EtiketMakan di Indonesia 1. Cara duduk Source: cara duduk di Indonesia mungkin tak jauh berbeda dari negara lainnya, salah 2. Etika berinteraksi saat makan Source: Pexels.com Etika makan di Indonesia juga sangat erat dengan budaya Timur, salah 3. Alat makan Source: PengertianTable Manner. Table manner adalah tata cara makan, mulai dari duduk, penggunaan alat makan hingga etika yang harus dilakukan seseorang saat menghadiri sebuah jamuan resmi. Etika di sini tidak hanya sebelum menyantap makanan, tetapi juga saat makan sampai acara selesai. Ada beberapa momen khusus table manner, seperti jamuan tamu Melansirdari Brightside, Senin (7/10/2019), berikut deretan etika makan di berbagai negara yang wjaib kamu ketahui.1\. Jangan Meminta Keju Tambahan di ItaliaJika memesan makanan seperti Pizza atau spagetti di Itali, ada baiknya kamu tak meminta tambahan keju. Jangan Gunakan Garpu di ThailandDi Indonesia, kita terbiasa menggunakan sendok . Jangan sampai terlambat mengenalkan dan mengajarkan etika makan kepada balita. Anda tentu ingin kelak anak tumbuh menjadi pribadi yang santun dan diterima oleh lingkungan sosial. Inilah “Top Ten” etika makan Cuci tangan sebelum makan dan sesudah makan. Meskipun menggunakan peralatan makan, tangan harus tetap dalam posisi duduk –tidak sambil jalan-jalan atau berlarian. Hindari pula mebiarkan anak bermain saat makan, bermain dengan makanannya atau menyambi makan dengan aktivitas lain seperti menonton televisi. Anak tidak dapat konsentrasi terhadap makanannya, alhasil ia cenderung tidak menghabiskan makanan. Duduk dengan posisi tegak lurus, bukan membungkuk atau kaki selonjoran. Saat duduk di kursi makannya, pastikan kursi si kecil tidak terlalu rendah dari meja makan, sehingga tidak mengganggu aktivitas makan. Bila perlu gunakan high chair. Posisi lengan boleh ditumpu di atas meja, namun jangan biarkan siku ikut duduk’ di meja sebelum dan sesudah makan. Anak perlu memahami bahwa makanan yang ada di depannya adalah rejeki dari Tuhan. Maka ia sepatutnya menghabiskan makanan yang ia ambil. Tepat dan benar menggunakan peralatan makan. Sendok dan garpu digunakan sebagaimana fungsinya. Begitu juga bila memakai sumpit dan pisau –sediakan yang khusus untuk anak-anak dan ajarkan penggunaannya dengan benar. Gunakan serbet bila ingin membersihkan mulut. Serbet hanya diperlakukan untuk mengelap mulut, bukan hidung atau tangan. Mulailah makan bila semua masakan sudah terhidang di meja makan. Kenalkan juga aturan bahwa orang yang lebih tua dipersilahkan terlebih dahulu untuk mengambil makanan. Makan dengan mulut tertutup dan tidak mengisi penuh mulutnya. Ia bisa tersedak atau malah tidak berselera makan. Makan dengan perlahan, tidak perlu terburu-buru. Makan terburu-buru bisa membuat anak tersedak, selain terlihat tidak sopan karena seperti anak yang sangat kelaparan. Perbolehkan ia menyuap usai makanan yang ada di dalam mulutnya habis. Ucapkan kata “terima kasih” setiap si kecil diberi atau diambilkan makanan oleh orang lain, kata “tolong” saat ia meminta diambilkan sesuatu, kata “maaf” bila ia tidak sengaja menjatuhkan atau menumpahkan makanan. Alangkah lebih baik jika si kecil mengucapkan “terima kasih” kepada orang yang sudah memasak makanan untuknya. Hindari berkomentar negatif tentang makanan yang sudah dihidangkan, seperti, “Makanannya tidak enak. Aku tidak suka!” Lebih baik bila anak diajarkan untuk bilang, “Apakah ada makanan yang lain, bunda? Aku tidak terlalu suka. “ Ambil makanan sesuai dengan porsinya. Katakan padanya bahwa ia boleh tambah makanan jika ia merasa kurang. Ajarkan juga bertanggung jawab terhadap makanan yang sudah diambilnya. Jika ingin mengambil makanan, hindari bila tangan harus melewati piring orang lain, apalagi sampai tubuh si kecil ada di atas piring orang tersebut. Ajarkan ia untuk meminta tolong diambilkan oleh orang lain saja. Tutup mulut dan katakan “maaf” bila bersendawa. Hindari melarang si kecil untuk bersendawa karena ia bisa muntah. Makan dengan rapi. Hati-hati dan lakukan secara perlahan ketika mengambil atau mengaduk makanan. Jangan sampai makanan tercecer di atas meja. Makan dengan tangan. Anggapan bahwa makan dengan tangan adalah kurang sopan tidak sepenuhnya benar. Ada manfaat yang bisa diperoleh anak, yaitu melatih kemampuan motorik halusnya dan belajar mengenal tekstur makanan. Lagipula, tidak semua makanan harus di makan dengan sendok, garpu atau sumpit –misalnya makan roti, hamburger, kentang goreng atau ayam goreng. Dan lagi, dalam budaya Indonesia, makan dengan tangan bukanlah hal tabu –bahkan merupakan hal baik dan kebiasaan yang dipujikan. Dari segi etika makan, selama posisi tubuh saat makan benar, perilaku makan sopan dan makan tidak berantakan, sah-sah saja. meBacaBalita Sopan di Meja Makan Ketika atasan atau klien mengundangmu untuk makan malam, tentu kamu paham bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar makan bersama. Di samping ada hal yang ingin dibicarakan, mereka juga bisa menilai kepribadianmu melalui kebiasaan makanmu. Berbicara tentang etika makan, seorang career coach bernama Barbara Pachter membeberkan daftar do’s and don’t saat menghadiri jamuan makan malam yang bisa kamu simak di bawah ini. Ketika klien atau atasan mengundangmu untuk makan malam bersama, biarkan mereka memilih restoran dan menentukan pukul berapa makan malam dimulai. Bagi kamu yang berada di posisi pengundang, jangan lupa untuk melakukan reservasi terlebih dahulu dan memastikan ketersediaan tempat duduk. Kamu juga berhak merekomendasikan menu andalan di restoran tersebut. Meski kamu seorang wanita dan klienmu adalah seorang pria, sebaiknya kamu berhenti berharap mereka akan menarik kursi untukmu. Mereka memang mempersilakan kamu untuk duduk, tapi kamu harus menarik kursimu sendiri. Baik kamu adalah orang yang diundang atau pengundang, sesuaikan menu yang kamu pesan dengan yang mereka pesan. Jika mereka memesan appetizer, pesanlah appetizer dan jangan terburu-buru memasan main course walau kamu sedang lapar. Tunggu waktu yang tepat untuk memesan menu selanjutnya. Sebelum menghadiri acara makan malam, sebaiknya kamu menyempatkan diri untuk mencari informasi tentang tata cara menggunakan silverware atau alat makan dan urutan menggunakannya. Mereka akan menilai kepribadian dan pengetahuanmu pada situasi ini. Dalam etika makan, kamu perlu mengingat konsep BMW yang berarti bread, meal dan water. Jika kamu kebingungan saat mengatur tata letak meja makanmu, ingatlah bahwa roti B selalu berada di sisi kiri, makanan M berada di tengah dan air W di samping kanan. Ketika kamu harus berbincang dengan klien dan harus berhenti sejenak dari santap malammu, kamu perlu tahu bagaimana menyusun alat makan yang benar. Begitu pula ketika kamu berhenti makan karena kenyang. Setiap negara memiliki budaya dan etika yang berbeda, jadi sebaiknya kamu cari tahu dulu restoran apa yang kamu datangi dan bagaimana etikanya. Setelah selesai makan, biarkan piringmu berada di posisi awal dan nikmati obrolanmu dengan lawan bicara. Pelayan restoran yang bertanggung jawab untuk mengangkat piringmu. Begitu pula dengan gelas yang sudah kosong, pelayan lah yang bertanggung jawab untuk menuangkan minuman untukmu. Serbet yang disediakan oleh restoran berfungsi untuk mengelap noda atau sisa makanan yang mungkin tertinggal di sekitar mulutmu. Namun jangan sekali-kali menggunakan serbet tersebut untuk membuang ingus saat kamu sedang pilek ya, Bela. Jika kondisinya darurat, lebih baik kamu izin sebentar untuk ke kamar kecil. Ingat, Bela, kehadiranmu di sana bukanlah untuk mengisi perut yang kosong atau mencicipi makanan baru. Tujuan utamamu di sana adalah untuk keperluan bisnis. Jika kamu merasa kekenyangan, biarkan saja sisa makananmu. Meminta pelayan untuk membungkus makanan sisa akan terlihat tidak etis di mata klien atau atasan. Kamu tak perlu sungkan atau tak enak hati karena makananmu dibayari mereka. Namun jika kamu adalah pihak yang mengadakan acara makan malam, kamu harus membayar makanan yang tamu makan, tak peduli jenis kelamin tamumu. Namun jika tamu pria menawarkan diri untuk membayar, kamu bisa mengatakan bahwa keperluan untuk pertemuan ini ditanggung perusahaan. Selain dua kata tersebut, kamu juga tidak diperkenankan untuk menyampaikan kritik tentang makanan atau suasana di restoran. Meski kamu menyampaikannya kepada pelayan, pengundang akan merasa tersinggung karena mereka merasa pilihannya tidak dihargai. Makan malam menjadi salah satu cara untuk melakukan pendekatan dengan seseorang, termauk rekan bisnis. Sebagai wanita karier yang profesional, kamu perlu menjaga sikap dengan mengetahui etika makan agar segala urusan yang kamu hadapi dengan mereka bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Semoga sukses, ya! SETIAP negara memiliki tradisi dan budaya yang berbeda, terma­suk soal etika makan. Di Indonesia, kebanyakan orang terbiasa makan meng­gunakan tangan kanan. Berakar dari tradisi Islam yang diyakini mayoritas masyarakat Indonesia, makan dengan tangan kanan dianggap lebih baik dan sopan. Serupa dengan tradisi tersebut, di negara-negara lain di dunia ternyata juga memiliki etika-etika tertentu yang harus ditaati sese­orang ketika sedang makan. Berikut beberapa etika makan unik dari seluruh dunia 1. Jangan makan roti sebagai appetizer saat di Prancis Saat liburan ke Prancis dan makan di restoran lokal, jangan sekali-kali memakan roti yang disajikan sebelum makan besar. Jika ingin memakannya, Anda bisa menyantap roti bersama menu utama atau dengan keju sebagai makanan penutup. Jika tidak ingin memakannya, Anda bisa mena­ruhnya begitu saja di meja. 2. Jangan membalik ikan di Tiongkok Biasanya, setelah mengha­biskan daging di bagian atas, Anda akan membalik ikan untuk meng­habiskan bagian satunya lagi. Namun jangan melakukan hal itu saat sedang makan di Tiongkok dan Hong Kong. Karena membalik ikan sama saja dengan "dao yue" yang berarti nasib buruk. Malah, saat mem­balik ikan, sama saja Anda membalik perahu sang nelayan yang menangkap ikan tersebut. Anda bisa membuang semua duri dan memakan daging baliknya setelah menyingkirkan duri. 3. Jangan minta keju parmesan saat makan di Italia Jika tidak diberikan keju par­me­san, jangan meminta keju par­mesan. Karena menurut orang Italia, menaruh parmesan di atas pizza sama saja seperti merusak makanan. Jadi saat tidak ada keju parmesan di meja Anda, berarti memang makanan itu sengaja tidak disajikan bersama parme­san. 4. Hindari makan de­ngan tangan saat di Chili Chili memiliki etika makan yang cukup formal dibanding beberapa negara lain. Saat trave­ling ke sini, pastikan Anda selalu makan dengan menggunakan alat bantu seperti garpu dan pisau. Tidak ada makanan yang boleh disentuh langsung dengan tangan, meski itu adalah kentang goreng bahkan kacang goreng. 5. Hormati orang tua saat di Korea Saat orang tua menyajikan minum ke Anda, terimalah dengan kedua tangan. Setelah menerima dengan kedua tangan, Anda wajib menganggukkan kepala sedikit dan menyeruput minuman terse­but sebagai tanda penghormatan. Saat makan bersama di satu meja, jangan mulai makan se­belum orang tua memulai. Begitu juga saat selesai, jangan me­ning­galkan meja sebelum para orang tua beranjak dari meja makan. 6. Jangan menggunakan garpu di Thailand Garpu hanya digunakan seba­gai pengatur makanan saat di piring, tidak lebih. Jika di negara Barat, garpu jadi alat ma­kan utama, tidak begitu halnya dengan di Thailand. Jadi hindari menggunakan garpu saat berada di Thailand. Sebagai pengganti garpu, Anda bisa menggunakan sumpit. 7. Pantang menan­cap­kan sumpit di mangkuk nasi di Jepang Anda biasanya tak begitu pe­duli di mana menaruh sumpit saat sedang makan. Beda saat sedang makan di Jepang. Pan­tang menan­capkan sumpit di mangkuk nasi saat sedang makan. Karena, sumpit yang ditancap­kan di mangkuk dengan berisi nasi biasanya ada di pemakaman. Taruh sumpit di tepi mangkuk atau piring. Lagi pula, biasanya ada alat penyangga sumpit di setiap meja makan. 8. Makan menggunakan tangan kanan di kawasan Timur Tengah, India dan bebe­rapa negara di Afrika Di India Selatan, Anda sama sekali tak boleh menyentuh makanan dengan tangan kiri. Bahkan Anda tak boleh menyen­tuh piring yang berisi makanan dengan tangan kiri. Peraturan itu juga berlaku di bebe­rapa negara di Timur Tengah dan Afrika. Ini dikarenakan tangan kiri identik dengan tangan yang kotor. 9. Dilarang makan taco dengan garpu dan pisau di Meksiko Memilih untuk memotong-mo­tong taco agar tidak beran­takan saat makan bisa jadi ide yang menurut Anda brilian. Na­mun tidak halnya dengan orang Mek­siko. Menurut mereka, taco hanya pantas dimakan dengan tangan. Mereka akan menganggap Anda aneh saat memakan taco dengan alat bantu. Agar terlihat seperti orang lokal, makanlah taco dengan tangan saat libutan di Meksiko. 10. Jangan mainkan sen­dok di dalam mulut di Ing­gris Saat berada di Inggris, Anda tak boleh memainkan sendok di mulut. Bahkan untuk memakan sup saja, Anda diharuskan me­letak­kan ujung sendok di ujung bibir, lalu diminum sedikit demi sedikit, tanpa harus memasukkan seluruh ujung sendok ke mulut. bms/wndlist/es Beda negara beda budaya, sebagai tamu harus bisa menyesuaikan. Pernah mendengar peribahasa “lain ladan lain belalang, lain lubuk lain ikannya”? Hayo, siapa yang buru-buru buka buku pelajaran SD untuk cari artinya? Peribahasa tersebut mepunyai arti setiap tempat atau daerah memiliki adat istiadatnya masing-masing. Adat istiadat tidak hanya tentang upacara kebudayaan atau pakaian, adab menyantap makanan pun termasuk ke negara di bawah ini punya etika makan unik yang tentunya berbeda dengan Indonesia. Kesepuluh negara ini juga merupakan destinasi wisata favorit para wisatawan asing. Yuk, simak satu per satu, agar kamu tidak kaget saat berkunjung ke negara-negara tersebut. Bisa-bisa dijutekin warga sekitar hanya karena tidak memahami etika santap makanan di Korea dahulukan orang yang lebih mirip dengan tradisi di Indonesia, etika makan di Korea juga mendahulukan orang yang lebih tua. Jika dalam satu meja makan terdapat kakek, ayah, ibu, kamu, dan adikmu, maka kamu baru boleh mengambil dan menyantap makanan setelah kakek, ayah, dan ibu sudah mulai makan. Jadi adikmu harus terima nasib jika makanan yang tersisa hanya sedikit Jepang Jangan menyuapkan makanan ke mulut orang lain dengan Jepang, sumpit selain digunakan untuk makan, juga digunakan untuk memindahkan tulang-tulang pada prosesi pemakaman. Maka dari itu sangat tidak sopan jika kamu memindahkan makanan dari piringmu ke mulut orang lain dengan sumpit. Jika ingin menawarkan makanan, cukup sodorkan saja piring atau mangkokmu dan biarkan orang itu mengambil dengan sumpitnya Tiongkok Jangan arahkan sumpit ke wajah orang dari negara Asia, sumpit menjadi alat makan yang populer. Nah, di Tiongkok sebaiknya jangan meletakkan sumpit dalam posisi vertikal. Selain itu, saat makan bersama dalam satu meja, jangan sampai ujung sumpitmu mengarah ke wajah orang lain. Itu adalah hal yang sangat tidak sopan dalam etika santap makanan di sana. Usahakan ujung sumpitmu mengarah ke piring atau mangkok Thailand Lupakan fungsi di Indonesia makan dengan sepasang sendok dan garpu adalah hal yang dianjurkan, maka lupakan aturan ini saat berkunjung ke Thailand. Di sana, garpu nyaris tak berfungsi. Penggunaan garpu saat makan dianggap melanggar etika sopan santun. Bahkan hanya untuk membantu meletakkan makanan ke sendok pun tidak dibenarkan menggunakan garpu. Jadi kalau berniat mengunjungi Thailand dalam waktu dekat, berlatihlah makan tanpa Inggris Jangan memasukkan seluruh bagian sendok ke dalam iri nggak sih melihat postur tubuh wanita-wanita bangsawan Inggris yang ramping? Ternyata etika makan di sana berpengaruh terhadap postur tubuh mereka. Di Inggris, tidak dibenarkan memasukkan seluruh bagian sendok ke dalam mulut saat menyuapkan makanan. Jadi makanan biasanya hanya terletak di bagian ujung sendok. Untuk makanan berkuah, ujung sendok diletakkan di ujung bibir kemudian diseruput perlahan. Gimana nggak langsing kalau makannya sedikit-sedikit begitu? Bisa ditiru, nih!6. Timur Tengah Selalu gunakan tangan Tengah identik dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Islam. Maka etika makan yang baik di sana adalah selalu menggunakan tangan kanan dan dilakukan dalam posisi duduk. Kalau yang satu ini sama seperti negara kita, ya. Jadi tidak terlalu menyulitkan dalam proses Chili Hindari menyentuh makanan dengan tangan di negara Chili tidak dibenarkan menyentuh makanan dengan tangan secara langsung. Bahkan untuk makan kentang goreng saja mereka menggunakan garpu. Kebayang dong gimana sedihnya orang Indonesia kalau berkunjung ke sana. Apalagi yang hobi makan pose kaki-naik-satu ala warteg dan menyantap dengan tangan Italia Terima tawaran yang Italia, orang-orangnya sangat suka makan. Ketika mereka menawarkan makanan, sesungguhnya mereka tidak benar-benar ingin memberikannya padamu. Jadi saat mereka menawarkan makanan, jangan langsung diterima dulu. Tunggu sampai mereka menawarkan untuk yang kedua kalinya, karena itu berarti mereka benar-benar ingin membagikannya denganmu. Oh ya, jangan pernah meminta keju saja pada mereka. Keju adalah makanan yang amat mereka Perancis Makan siang sembari di Indonesia ada slogan “makan nggak makan yang penting kumpul”, maka di Perancis momen kumpul itu adalah saat makan siang. Santap siang di sana dijadikan momen bersantai bersama orang-orang terdekat. Jadi jangan pernah makan siang secara terburu-buru di sana. Nikmati santap siangmu dengan santai sambil India Suka bersendawa setelah makan? Di sini aman! di Indonesia bersendawa setelah makan dianggap tidak sopan, maka lain cerita dengan negara penghasil film Bollywood ini. Di India, bersendawa setelah makan justru dianggap menghargai si pembuat makanan atau pemilik rumah yang menyajikan. Karena dengan bersendawa artinya kita kenyang dan sangat menikmati hidangan yang disajikan. IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.  Lifestyle Travel Rabu, 9 Februari 2022 - 1022 WIB VIVA – Setiap negara di dunia tentunya memiliki etika makan masing-masing yang wajib ditaati saat berada di negara tersebut. Tapi, ada sejumlah etika makan yang justru dianggap aneh di beberapa negara. Etika makan atau etiket makan merupakan tata cara dan sopan santun saat makan di meja makan bersama dengan orang lain. Terlebih saat makan dalam jamuan bersama dengan orang yang lebih tua. Bila kamu hendak berlibur atau menyiapkan diri untuk liburan ke negeri orang lain, ada baiknya untuk mempelajari terlebih dahulu bagaimana etika makan di negara tersebut. Karena table manners adalah salah satu cara untuk memperlihatkan rasa hormat kepada orang lain yang sudah menyediakan makanan tersebut. Ada yang dianggap baik atau justru sebaliknya. Nah, berikut adalah ulasan mengenai etika makan teraneh di dunia yang disadur dari berbagai sumber. 1. Menyeruput Makanan untuk Menghargai Koki di Jepang dan Korea Museum ramen di Jepang. Bila sedang mengonsumsi sup atau mie, masyarakat di Jepang dan Korea biasa menikmatinya dengan cara menyeruput makanan tersebut. Cara tersebut dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada koki atau orang yang sudah memasaknya. Bahkan, bila menyeruputnya lebih keras justru akan lebih baik! Wah, kalau di Indonesia tentunya hal ini sudah dibilang tidak sopan. 2. Tidak Menghabiskan Makanan Makanan Sisa Photo Halaman Selanjutnya Bila di Indonesia, semua orang tua biasanya akan memarahi anak-anak yang makan tapi makanannya tidak dihabiskan. Namun, hal ini tidak berlaku untuk beberapa negara seperti China, Filipina, Kamboja, Korea, Mesir, sampai Thailand. Etika makanan yang satu ini memandang bahwa dengan menghabiskan makanan, artinya tuan rumah tidak memberi cukup makanan. Jakarta Ketika di tempat umum, ada beberapa etika yang perlu diperhatikan, baik itu saat berkunjung ke pusat perbelanjaan, taman kota atau bahkan restoran. Memperhatikan etika adalah sebagai bentuk untuk menghargai pengunjung satu sama lainnya. Meski menerapkan etika adalah sesuatu yang gampang dan simpel, namun masih banyak orang yang tak mengindahkan bahkan lupa soal etika. Tanpa sadar, ketika etika di tempat umum buruk tentunya akan membuat orang lain jadi kesal. Gara-Gara El Nino, Restoran di China Ditiup Angin Kencang Sampai Terbangkan Orang-Orang hingga Tulang Rusuk Patah Menyegarkan Mata di Kebun Mawar Situhapa Garut, Bak Berwisata ke Pedesaan Eropa Restoran di Jepang Buat Trik Cerdas agar Pengunjung Bisa Bersosialisasi Tanpa Sibuk Main Ponsel Tidak hanya etika ketika makan, ada beberapa etika lainnya yang penting untuk diperhatikan saat ke restoran. Mulai dari duduk, memesan makanan, santap makanan, hingga mengakhiri makanan ada etikanya tersendiri. Ternyata ada beberapa kegiatan atau tindakan yang sering dilakukan di restoran namun dinilai sebagai etika yang kurang baik. Sudah terbiasa dilakukan menjadi salah satu alasan kegiatan atau tindakan tersebut dilihat bukan sebagai etika buruk. Berikut merangkum dari Brightside tentang etika makan di restoran yang penting untuk diperhatikan, Selasa 18/4/2023.Penggunaan lampu jauh untuk menerangi jalan yang kurang penerangan. Serta diperlukan saat kondisi kendaraan melaju Membuang Serbet atau Tisu ke PiringEtika Makan di Restoran. Sumber BrightsideMembuang tisu atau serbet yang sudah dipakai ke piring sering dilakukan setelah makan. Namun ternyata hal tersebut etika yang kurang baik. Serbet atau tisu harus digunakan untuk membersihkan tangan dan mulut. Serbet tersebut harus dilipat dan diletakkan di sisi piring, tetapi tidak boleh di tempat itu sendiri, karena dianggap tidak sopan bagi Jangan Ambil Benda Lain dari Meja BerbedaEtika Makan di Restoran. Sumber BrightsideEtika restoran yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah jangan mengambil garam, lada, saus, kecap, atau benda lainnya di meja berbeda. Merupakan etika yang kuran baik, namun tanpa sadar hal tersebut sering dilakukan bukan?3. Angkat Gelas ketika MinumEtika Makan di Restoran. Sumber BrightsideSelain etika makan tentunya juga ada etika minum. Terlihat pada gambar, minum sembari mengangkat gelasnya merupakan etika yang lebih baik daripada minum dengan membiarkan gelasnya masih di atas meja. Melansir dari Brightside, aturan minum dengan sembari mengangkat gelasnya membuat proses minum jadi lebih sopan dan Mengatur Piring Setelah MakanEtika Makan di Restoran. Sumber BrightsideTerdengar sederhana, namun masih sulit dilakukan oleh sebagian orang. Meski membersihkan dan mengatur piring pelanggan adalah tugas karyawan, namun alangkah lebih baiknya jika bisa membantu meringankan pekerjaan karyawan dengan menyusun makanan kotor yang berserakan di meja setelah Tidak Memberikan TipEtika Makan di Restoran. Sumber BrightsideMemberikan tip adalah sebagai bentuk terima kasih dan menunjukkan kepuasan pelanggan kepada karyawan restoran. Melansir dari Brightside, sebagian besar negara suka melakukannya. Beberapa negara bahkan memasukkan tip dalam tagihan. Namun, di beberapa negara Asia, seperti Cina atau Jepang, meninggalkan tip dianggap tidak Mengambilkan Makanan TemanEtika Makan di Restoran. Sumber BrightsideMengambilkan nasi atau lauk untuk teman atau keluarga dan meletakkan ke piringnya sering dilakukan oleh tak sedikit orang ketika makan di restoran. Terlihat biasa saja dan merupakan suatu hal yang wajar, namun rupanya aksi tersebut dinilai kurang beretika. Melansir dari Brightside, ada baiknya meletakkan piring di sampingnya dan biarkan mereka mengambil makanan sebanyak yang mereka inginkan. Namun tindakan tersebut bisa dilakukan dengan melihat situasi dan Duduk di Meja Pertama yang DilihatEtika Makan di Restoran. Sumber BrightsideMelansir dari Brightside, etika pertama yang perlu diperhatikan ketika makan di restoran adalah duduk di meja pertama yang dilihat. Dijelaskan, lebih baik memesan meja terlebih dahulu daripada datang spontan dan kemudian mengambil meja orang lain. Jika memang datang spontan atau tanpa direncanakan, penting untuk menanyai kekosongan meja kepada pelayan agar tidak duduk di kursi dan meja yang sudah di booking.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

etika makan di indonesia